Apakah Yohanes 14:16 meramalkan kedatangan Muhammad?

Pendakwah Islam kata Muhammd telah di nubuat di kitab Yohanes. Mari sama2 tengok kandungan dan kontek Yohanes.

Yohanes 14
14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. 14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." 14:5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." 14:8 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." 14:9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. 14:11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. 14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; 14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. 14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
Yesus menjanjikan Penghibur
14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, 14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. 14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. 14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. 14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. 14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." 14:22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?" 14:23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. 14:24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. 14:25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; 14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. 14:28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. 14:29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. 14:30 Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku. 14:31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."

Muslim berpendapat bahwa ayat di atas adalah nubuatan tentang Muhammad. Mereka berpendapat ini dari sebuah ayat dalam Al-Qur'an, "Hai Bani Israel! Saya rasul Allah. . . memberikan kabar gembira dari seorang Rasul yang akan datang setelah saya. Nama yang akan Ahmad, "(QS 61: 6, terjemahan Yusuf Ali, penekanan ditambahkan).

Dugaan setara untuk Ahmad ( "memuji satu") di Arabaic adalah periclytos ( "satu memuji") dalam bahasa Yunani. Namun, periclytos bahkan tidak terjadi pada Yohanes 14:16. Sebaliknya, kata Yunani penghibur ( "pembantu") terjadi. Oleh karena itu, dalam rangka mendukung argumen mereka, umat Islam harus berdebat bahwa teks Yohanes telah corrupted.

Pertama, seorang Muslim untuk menyatakan bahwa bacaan yang benar dalam teks Yunani harus periclytos bukannya paraclete, menunjukkan kurangnya pemahaman.

Kedua, di bagian yang sama, Yesus secara eksplisit mengidentifikasi "Penolong" sebagai Roh Kudus: "Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, siapa Bapa akan mengirimkan, akan mengajarkan Anda," (Yohanes 14:26). Oleh karena itu, dengan segala hormat, argumen Muslim sudah dikalahkan. Ketiga, ini "Penolong" diberikan kepada rasul Yesus ( "Anda" dalam Yohanes 14:16) tidak Arab yang tinggal lebih dari 550 tahun kemudian! Itu diberikan kepada orang-orang yang "telah dengan. . . [Dia] dari awal "(Yohanes 15:27; Kis 1:22; Lukas 1: 1-2). Namun, Muhammad bukan satu dari rasul Yesus.

Keempat, ini "Penolong" adalah untuk tinggal dengan mereka "selamanya" (Yohanes 16), namun Muhammad telah mati selama lebih dari tiga belas abad! Kelima, Yesus mengatakan kepada murid-murid, "Kau tahu Dia [Pembantu]" (ay. 17), tetapi para rasul tidak tahu Muhammad. Dia tidak lahir sampai lebih dari 500 tahun kemudian! Keenam, Yesus juga mengatakan kepada para murid bahwa Penolong akan "di dalam kamu" (ay. 17). Bagaimana Muhammad bisa "di dalam" murid membentang kredibilitas. Referensi ini menjadi "di dalam" para murid jelas adalah referensi untuk peran Roh Kudus untuk tinggal di dalam orang percaya sebagai konteks John (Yohanes 14: 16-26) dan sisanya dari Perjanjian Baru (Efesus 1:13; 4: 30) menunjukkan.

Ketujuh, Yesus berkata bahwa Penolong akan diutus "dalam nama saya [Yesus]" (Yohanes 14:26). Namun, tidak ada Muslim percaya bahwa Muhammad diutus dalam nama Yesus. Kedelapan, Penolong Yesus akan mengutus tidak akan "berbicara atas kekuasaan-Nya sendiri" (Yohanes 16:13). Namun, Muhammad terus bersaksi tentang dirinya sendiri. Misalnya, dalam Surah 33:40, Muhammad mengatakan dirinya, "Muhammad adalah. . . Rasul Allah, dan penutup para nabi. "Kesembilan, Penolong yang akan" memuliakan "Yesus (Yohanes 16:14). Bagaimana Muhammad benar-benar memuliakan Yesus jika Muhammad adalah yang terakhir (dan penutup) dari para nabi? Dia benar-benar tidak akan "memuliakan" lebih awal, nabi rendah seperti Yesus.

Kesepuluh, dan akhirnya, Yesus berkata bahwa Penolong akan datang dalam "tidak banyak hari" (Kisah Para Rasul 1: 5), tetapi Muhammad tidak datang selama hampir 600 tahun! Sejak Helper adalah Roh Kudus, Dia datang hanya 40 hari kemudian (Kis 1: 5; 2: 1 dst).

Oleh karena itu, mengingat bukti di atas, Roh Kudus jelas adalah Helper di Yohanes 14:16, tidak Muhammad.

Donate to Save Malay Christians




Air Atau Uang?

Jika Anda ditawari beberapa tagihan $1,000 atau segelas air dingin, yang mana yang akan Anda pilih? Tagihan $ 1.000, tentu saja-orang waras akan juga. Namun, jika Anda sedang merangkak melalui gurun, mati kehausan, dan Anda yang ditawarkan segelas air atau segenggam tagihan $ 1,000, yang mana yang akan Anda ambil? Air, tentu saja-orang waras akan juga. Itulah yang disebut "prioritas mendalam." Prioritas Anda mengubah menurut keadaan Anda. Jika ada cara untuk menemukan kehidupan abadi, akan Anda ingin tahu tentang hal itu? Jawabannya adalah "ya," tentu saja-orang waras akan juga. Apa yang Alkitab mengandung mungkin akan mengejutkan Anda.Kitab Suci berbicara tentang kekayaan melebihi impian-yang terliar kami "kekayaan" hidup-dan abadi mereka ditawarkan dalam bentuk air jernih yang dingin: 

Wahyu 22:17 "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! 

Pada saat ini, Anda mungkin tidak tertarik pada tawaran, tetapi pada hari kiamat sama sekali akan mengubah keadaan Anda. Maka akan terlambat.


Donate to Save Malay Christians




Kapal Tenggelam

Kapal Tenggelam

Bayangkan sejenak bahwa Anda sedang berdiri  menatap pantai laut diatas kapal laut besar. Matahari bersinar. Tidak ada angin dan laut tenang. Untuk takjub Anda, sekitar tiga puluh orang tiba-tiba menyelam dari ujung kapal dan melekat pada sekoci. Anda menggelengkan kepala tak percaya pada kebodohan mereka. Kemudian tanpa amaran, kapal laut besar menyerang gunung es dan tiba-tiba tenggelam, mengambil semua orang yang menaiki kapal itu.

Mereka yang tampak seperti orang bodoh dalam meninggalkan kapal yang benar-benar bijaksana, dan orang-orang yang tampaknya bijaksana dengan tetap di kapal yang, sebenarnya, orang-orang bodoh.

Dunia mencemooh mereka yang meninggalkan kapal dari dunia ini dan berpegang teguh pada sekoci Juruselamat. Tapi orang-orang Kristen tahu bahwa kesenangan besar kapal penjelajah akhirnya akan datang ke dalam kontak dengan gunung es bergerak Hukum Allah, tenggelam ke dalam neraka ... dan mengambil semua orang  yang menaiki kapal itu.

Donate to Save Malay Christians





Telah Anda Merasakan Yesus ku?

Di Universitas Chicago Divinity School setiap tahun mereka memiliki apa yang disebut "Hari Baptis ". Ini adalah hari ketika semua Baptis di daerah diundang untuk sekolah karena mereka ingin menerima sumbangan uang  dari organisasi Baptist untuk terus datang. Pada hari ini masing-masing  membawa makan siang  di tempat piknik berumput. Setiap "Hari Baptis" sekolah akan mengundang salah satu pemikir terbesar untuk kuliah di pusat pendidikan teologi.

Satu tahun mereka mengundang Dr. Paul Tillich. Dr. Tillich berbicara selama dua dan satu setengah jam membuktikan bahwa kebangkitan Yesus adalah palsu. Dia mengutip sarjana setelah sarjana dan buku demi buku. Dia menyimpulkan bahwa karena tidak ada hal seperti itu sebagai kebangkitan sejarah; tradisi keagamaan gereja itu beralasan, emosional omong kosong, karena didasarkan pada hubungan dengan Yesus yang telah bangkit, yang, pada kenyataannya, tidak pernah bangkit dari kematian dalam arti harfiah. Dia kemudian bertanya apakah ada pertanyaan. Setelah sekitar 30 detik, seorang pengkhotbah tua, berkulit gelap pengkhotbah berdiri di belakang auditorium.

"Docta Tillich, saya punya satu pertanyaan," ujarnya seperti semua mata tertuju ke arahnya. Dia merogoh siang karungnya dan mengeluarkan sebuah apel dan mulai makan itu. "Docta Tillich" ... CRUNCH, Munch ... "Pertanyaan saya adalah sebuah pertanyaan sederhana," CRUNCH, Munch ... "Sekarang, saya tidak pernah membacanya buku yang Anda baca" ... CRUNCH, Munch .. . "dan aku tidak bisa membaca Kitab Suci dalam bahasa aslinya Yunani," ..CRUNCH, Munch ... "aku tidak tahu apa-apa tentang pengarang Niebuhr dan Heidegger." .. CRUNCH, Munch ... Dia selesai memakan apel . "Yang saya ingin tahu adalah: apel ini aku hanya makan, ------ apakah itu pahit atau manis?"

Dr. Tillich berhenti sejenak dan menjawab dalam mode ilmiah teladan: ". Saya tidak mungkin menjawab pertanyaan itu, karena aku belum merasakan apel Anda" Pengkhotbah berambut putih menjatuhkan inti dari apel ke dalam kantong kertas kusut nya, menatap Dr.Tillich, dan berkata dengan tenang, " Anda tak pernah rasakan Yesus saya."

Sejumlah lebih kurang 1000  hadirin tidak bisa menahan diri. Auditorium meletus dengan tepuk tangan dan sorak-sorai. Dr. Tillich mengucapkan terima kasih pendengarnya dan segera meninggalkan platform.

Apakah Anda merasakan Yesus? Apakah Anda menerima bangkit dan hidup Tuhan Yesus di dalam diri Anda?

" (34-9) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! " Mazmur 34: 8

Donate to Save Malay Christians




Mempunyai Mata, Tetapi Tidak Melihat, Mempunyai Telinga Tetapi Tidak Mendengar

Yeremia 05:21
"Dengarkanlah ini, hai bangsa yang tolol dan yang tidak mempunyai pikiran, yang mempunyai mata, tetapi tidak melihat, yang mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar!

Yehezkiel 12: 2
"Hai anak manusia, engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak, yang mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar, sebab mereka adalah kaum pemberontak.

Mark 04:12
supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun."



Donate to Save Malay Christians




Connecting With The Divine: Hinduism, Buddhism, Islam, etc


The major world religions and their beliefs about God. Hinduism, Buddhism, Islam, Christianity, and New Age...

We all want to make it through life with success, some sense that we did it right. So what about the major world religions? Is there anything in them that might give our lives greater depth and direction?
The following looks at the major world religions... Hinduism, New Age, Buddhism, Islam, and Christianity.* There is a brief description of each, their view of God, and what a person can gain from that religion. The ending explains how Jesus' teaching differs from the major religions.
*Each of these religions has sects with differing beliefs. The description given here focuses on the core beliefs of each religion. Other major religions, such as Judaism, could be discussed, but for brevity, we have chosen these.

Hinduism and its beliefs

major religions - religious beliefsMost Hindus worship one Being of ultimate oneness (Brahman) through infinite representations of gods and goddesses. These various manifestations of gods and goddesses become incarnate within idols, temples, gurus, rivers, animals, etc.
Hindus believe their position in this present life was determined by their actions in a previous life. Hinduism therefore provides a possible explanation for suffering and evil in this life. If a person’s behavior before was evil, they might justifiably experience tremendous hardships in this life. Pain, disease, poverty or a disaster like a flood is deserved by that person because of their own evil actions, usually from a previous lifetime.
A Hindu's goal is to become free from the law of karma...to be free from continuous reincarnations. Only the soul matters which will one day be free of the cycle of rebirths and be at rest.
Hinduism gives a person freedom to choose how to work toward spiritual perfection. There are three possible ways to end this cycle of karma: 1. Be lovingly devoted to any of the Hindu gods or goddesses; 2. Grow in knowledge through meditation of Brahman (oneness)...to realize that circumstances in life are not real, that selfhood is an illusion and only Brahman is real; 3. Be dedicated to various religious ceremonies and rites.

New Age and its beliefs

major religions - religious beliefsNew Age promotes the development of the person's own power or divinity. When referring to God, a follower of New Age is not talking about a transcendent, personal God who created the universe, but is referring to a higher consciousness within themselves. A person in New Age would see themselves as God, the cosmos, the universe. In fact, everything that the person sees, hears, feels or imagines is to be considered divine.
Highly eclectic, New Age presents itself as a collection of ancient spiritual traditions. It acknowledges many gods and goddesses, as in Hinduism. The Earth is viewed as the source of all spirituality, and has its own intelligence, emotions and deity. But superseding all is self. Self is the originator, controller and God of all. There is no reality outside of what the person determines.
New Age teaches a wide array of eastern mysticism and spiritual, metaphysical and psychic techniques, such as breathing exercises, chanting, drumming, meditating...to develop an altered consciousness and one's own divinity.
Anything negative a person experiences (failures, sadness, anger, selfishness, hurt) is considered an illusion. Believing themselves to be completely sovereign over their life, nothing about their life is wrong, negative or painful. Eventually a person develops spiritually to the degree that there is no objective, external reality. A person, becoming a god, creates their own reality.

Buddhism and its beliefs

major religions - religious beliefsBuddhists do not worship any gods or God. People outside of Buddhism often think that Buddhists worship the Buddha. However, the Buddha (Siddhartha Gautama) never claimed to be divine, but rather he is viewed by Buddhists as having attained what they are also striving to attain, which is spiritual enlightenment and, with it, freedom from the continuous cycle of life and death. Most Buddhists believe a person has countless rebirths, which inevitably include suffering. A Buddhist seeks to end these rebirths. Buddhists believe it is a person's cravings, aversion and delusion that cause these rebirths. Therefore, the goal of a Buddhist is to purify one's heart and to let go of all yearnings toward sensual desires and the attachment to oneself.
Buddhists follow a list of religious principles and very dedicated meditation. When a Buddhist meditates it is not the same as praying or focusing on a god, it is more of a self-discipline. Through practiced meditation a person may reach Nirvana -- "the blowing out" of the flame of desire.
Buddhism provides something that is true of most major religions: disciplines, values and directives that a person may want to live by.

Islam and its beliefs

major religions - religious beliefsMuslims believe there is the one almighty God, named Allah, who is infinitely superior to and transcendent from humankind. Allah is viewed as the creator of the universe and the source of all good and all evil. Everything that happens is Allah's will. He is a powerful and strict judge, who will be merciful toward followers depending on the sufficiency of their life's good works and religious devotion. A follower's relationship with Allah is as a servant to Allah.
Though a Muslim honors several prophets, Muhammad is considered the last prophet and his words and lifestyle are that person's authority. To be a Muslim, one has to follow five religious duties: 1. Repeat a creed about Allah and Muhammad; 2. Recite certain prayers in Arabic five times a day; 3. Give to the needy; 4. One month each year, fast from food, drink, sex and smoking from sunrise to sunset; 5. Pilgrimage once in one's lifetime to worship at a shrine in Mecca. At death -- based on one's faithfulness to these duties -- a Muslim hopes to enter Paradise. If not, they will be eternally punished in hell.
For many people, Islam matches their expectations about religion and deity. Islam teaches that there is one supreme God, who is worshiped through good deeds and disciplined religious rituals. After death a person is rewarded or punished according to their religious devotion. Muslims believe that giving up one’s life for Allah is a sure way of entering Paradise.

Christianity and its beliefs

major religions - religious beliefsChristians believe in a loving God who has revealed himself and can be known in a personal way, in this life. With Jesus Christ, the person's focus is not on religious rituals or performing good works, but on enjoying a relationship with God and growing to know him better.
Faith in Jesus Christ himself, not just in his teachings, is how the Christian experiences joy and a meaningful life. In his life on Earth, Jesus did not identify himself as a prophet pointing to God or as a teacher of enlightenment. Rather, Jesus claimed to be God in human form. He performed miracles, forgave people of their sin and said that anyone who believed in him would have eternal life. He made statements like, "I am the light of the world; he who follows me will not walk in darkness, but will have the light of life."1
Christians regard the Bible as God's written message to humankind. In addition to being an historical record of Jesus' life and miracles, the Bible reveals God's personality, his love and truth, and how one can have a relationship with him.
Whatever circumstances a Christian is dealing with in their life, the Bible teaches that they can confidently turn to a wise and powerful God who genuinely loves them. They believe that God answers prayer and that life takes on meaning as they live to honor him.

How distinct are these major religions?

In looking at these major belief systems and their views of God, we find tremendous diversity:
  • Hindus acknowledge multitudes of gods and goddesses.
  • Buddhists say there is no deity.
  • New Age followers believe they are God.
  • Muslims believe in a powerful but unknowable God.
  • Christians believe in a God who is loving and approachable.
Are all religions worshiping the same God? Let's consider that. New Age teaches that everyone should come to center on a cosmic consciousness, but it would require Islam to give up their one God, Hinduism to give up their numerous gods, and Buddhism to establish that there is a God.
The world's major religions (Hinduism, New Age, Buddhism, Islam, following Jesus Christ) are each quite unique. And of these one affirms that there is a personal, loving God who can be known, now in this life. Jesus Christ spoke of a God who welcomes us into a relationship with him and comes along side us as a comforter, counselor and powerful God who loves us.
In Hinduism a person is on their own trying to gain release from karma. In New Age a person is working at their own divinity. In Buddhism it is an individual quest at being free from desire. And in Islam, the individual follows religious laws for the sake of paradise after death. In Jesus' teaching, you see a personal relationship with a personal God -- a relationship that carries over into the next life.

Can a person connect with God in this life?

The answer is yes. Not only can you connect with God, you also can know that you are fully accepted and loved by God.
major religions - religious beliefsMany world religions place an individual on their own, striving for spiritual perfection.
Buddha, for example, never claimed sinlessness. Muhammad also admitted that he was in need of forgiveness. "No matter how wise, no matter how gifted, no matter how influential other prophets, gurus, and teachers might be, they had the presence of mind to know that they were imperfect just like the rest of us."2
Jesus Christ, however, never alluded to any personal sin. Instead, Jesus forgave people of their sin and he wants to forgive us of our sin also. We all are aware of our faults, the areas of our lives that may cause others to think less of us, areas that we ourselves wish were not there...maybe it's an addiction, a bad temper, impurity, hateful remarks. God loves us but hates sin, and he has said that the consequence for sin is separation from knowing him. But God provided a way for us to be forgiven and know him. Jesus, the Son of God, God in human form, took all of our sin on himself, suffered on a cross, and willingly died in our place. The Bible says, "By this we know love, that he laid down his life for us."3
God is offering us complete forgiveness because of Jesus' death for us. This means forgiveness for all our sins...past, present and future. Jesus paid for them all. God, who created the universe, loves us and wants to be in a relationship with us. "This is how God showed his love among us: he sent his one and only Son into the world that we might live through him."4
Through Christ, God offers us real freedom from our sin and guilt. He does not leave a person's failures on their shoulders, with a dim hope of becoming a better person tomorrow.
In Jesus Christ, God reached toward humanity, providing a way for us to know him. "For God so loved the world that he sent his one and only Son, that whoever believes in him should not perish, but have eternal life."5

God wants us to know him.

We were created by God to live in relationship with him. Jesus said, "He who comes to me will never go hungry, and he who believes in me will never be thirsty...and whoever comes to me I will never drive away."6 Jesus called people not only to follow his teachings, but to follow him. He said, "I am the way, and the truth and the life."7 In claiming to be the truth, Christ goes beyond mere prophets and teachers who simply said they were speaking the truth.8
Jesus identified himself as equal to God, and even gave proof. Jesus said that he would be crucified on a cross and that three days after his death, he would come back to life. He didn't say he would reincarnate someday into a future life. (Who would know if he actually did it?) He said three days after being buried he would show himself alive to those who saw his crucifixion. On that third day, Jesus' tomb was found empty and many people testified that they saw him alive again. He now offers eternal life to us.

Unlike many world religions...

major religions - religious beliefsMany religions focus on a person's spiritual efforts. With Jesus Christ it's a two-way interaction between you and God. He welcomes us to go to him. "The Lord is near to all who call upon him, to all who call upon him in truth."9 You can communicate with God, who will answer your prayer, give you greater peace and joy, provide direction, show you his love, and transform your life. Jesus said, "I came that they might have life, and have it more abundantly."10 It will not mean that life will become perfect and free of problems. But it means that in the midst of life, you can relate to God who is willing to be involved in your life and faithful in his love.
This is not a commitment to a method of self-improvement like the Eight Fold Path or the Five Pillars, or meditation, or good works or even the Ten Commandments. These seem clear, well-defined, easy-to-follow paths for spirituality. But they become a burdensome striving for perfection, and connection with God is still distant.
Our hope is not in following laws or standards, but in knowing a Savior who fully accepts us because of our faith in him and his sacrifice for us. We don't earn our place in heaven by religious efforts or good deeds. Heaven is a free gift to us, when we begin a relationship with Jesus Christ.
Would you like to be totally forgiven and personally come to know God's love for you?

Beginning a relationship with God.

You can begin a relationship with God right now. It is as simple as sincerely asking God for his forgiveness of your sin and inviting him to enter your life. Jesus said, "Behold, I stand at the door [of your heart] and knock. If anyone hears my voice and opens the door, I will come into him."11 Would like to begin a relationship with the God who created you, who deeply loves you? You can do so right now, if it is your heart's desire: "God, I ask you to forgive me and invite you to enter my heart right now. Thank you Jesus for dying for my sins. Thank you for coming into my life as you said you would."
The Bible tells us that "as many as received him, to them he gave the right to become children of God."12 If you sincerely asked God to come into your life, you have begun a personal relationship with him. It is like you have just met God and he wants to help you grow to know him better, to know his love for you, to guide you with wisdom in whatever decisions confront you. The book called "John" in the Bible is a good place to learn more about a relationship with God. Perhaps you might want to tell someone else about the decision you have made to ask Jesus into your life.
In the world's religions a person has a relationship with teachings, ideas, paths, rituals. Through Jesus, a person can have a relationship with the loving and powerful God. You can talk with him and he will guide you in this life now. He doesn't just point you to a path, a philosophy, or a religion. He welcomes you to know him, to experience joy, and to have confidence in his love in the midst of life's challenges. "See what love the Father has given us, that we should be called children of God."13

(1) John 8:12 (2) Erwin W. Lutzer, Christ Among Other Gods (Chicago: Moody Press,1994), p. 63 (3) 1 John 3:16 (4) 1 John 4:9 (5) John 3:16 (6) John 6:35 (7) John 14:6 (8) Lutzer, p. 106 (9) Psalms 145:18 (10) John 10:10 (11) Revelation 3:20 (12) John 1:12 (13) 1 John 3:1

Donate to Save Malay Christians




Yesus Dan Islam: Jika Yesus mati di kayu salib, dan dikuburkan selama tiga hari, apakah ini berarti bahwa Tuhan sudah mati selama tiga hari?

Yesus Dan Islam: Jika Yesus mati di kayu salib, dan dikuburkan selama tiga hari, apakah ini berarti bahwa Tuhan sudah mati selama tiga hari?

Sebuah pertanyaan besar. Ilustrasi akan membantu menjawabnya.

Katakanlah kita memiliki vas. Tidak memiliki bunga, tidak ada air di dalamnya. Vaz ini hanya penuh dengan udara. Apa perbedaan antara udara luar vas dan udara di dalam vas? Udara di dalam vas memiliki bentuk, kan? Ini adalah udara yang sama dalam komposisi, tapi udara di dalam vas memiliki bentuk.

Jika kita mengambil vas itu dan menghancurkan dinding, apa yang terjadi pada udara di dalam itu? Apakah itu mati? Tidak, udara tidak bisa mati. Vas dapat pecah ribuan keping, tapi tidak ada yang terjadi ke udara, kecuali kehilangan bentuknya.

Ketika Yesus mati di kayu salib, tubuhnya mati, tetapi Roh Yesus, Roh Allah tak pernah mati. Tuhan mengambil bentuk manusia, di dalam Yesus. Ia mengambil bentuk manusia, tetapi Yesus tidak pernah hanya manusia.

Di atas kayu salib, Yesus membayar dosa kita dan menghapus penghalang yang berdiri di antara kami dan dia. Karena kematiannya, kita bisa berdamai dengan Allah. Meskipun kami bersalah, keadilan Tuhan sepenuhnya dipenuhi oleh Yesus, Anak Domba Allah yang menderita bagi kita. Dan kasih Allah sepenuhnya dinyatakan dalam Yesus rela menyerahkan nyawa-Nya bagi kita.

Anda mungkin berkata, "Itu tidak adil." Dan kau benar. Kita tidak layak Yesus mati bagi kita. Tapi ini adalah solusi Allah bagi kita. Apakah kita kepada Allah bagaimana itu harus?

Yesus membayar hukuman kita mati, sehingga kita tidak perlu mati bagi dosa-dosa kita. Dia ingin kita datang ke dalam hubungan dengan dia, untuk mengetahui cintanya, dan untuk memiliki hidup yang kekal.

Satu lagi cerita. Sebuah kisah nyata, untuk membantu Anda memahami apa yang Yesus lakukan bagi kita.

Ada seorang hakim benar yang tidak akan menerima rasuah. Dia hanya Jujur. Seorang wanita tertangkap dan dibawa ke hadapannya. Hukuman dia mungkin harus membayar adalah hukuman seumur hidup atau sejumlah besar uang yang dia tidak punya.

Hakim bertanya, "Apakah Anda bersalah atau tidak?"
Dan dia berteriak, "Yang Mulia, saya tidak bisa membayar hukuman. Saya tidak bisa membayar uang. Tolong kasihanilah aku."
Hakim mengatakan, "Saya meminta Anda," Apakah Anda bersalah atau tidak? Apakah kamu mengaku? ' "
Akhirnya wanita muda berkata, "Yang Mulia, ya, aku bersalah."
Ia mengatakan, "Kemudian Anda membayar harga. Hukuman Hidup atau sejumlah uang." Dan dia menutup kes ini.

Dia mulai berteriak dan meratap, dan mereka menyeretnya keluar dari ruang sidang ke penjara. Hakim membuka jubah, dan berjalan keluar dari mahkamah. Dia kemudian berjalan ke perbendaharaan. Di perbendaharaan, ia membayar semua uang yang dimilikinya dan membayar tebusan untuk gadis itu. Mengapa? Karena ia mencintai gadis itu sangat banyak. Dia adalah putrinya. Dan ia menebus putrinya sendiri, dengan segala yang ia miliki.

Ketika hakim melepas jubahnya, ia menjadi seperti orang lain. Dan itulah yang Yesus lakukan. Dia meninggalkan surga, melepas jubah kemuliaan, dan menjadi seperti orang lain. Dan dia mati untuk kita, sehingga dosa-dosa kita tidak lagi menghukum kita dan membuat kita kekal terpisah dari Allah.

Semua nabi mengatakan bahwa Yesus akan datang dan mati bagi dosa-dosa dunia. Yesus adalah satu-satunya harapan bagi umat manusia untuk memiliki hidup yang kekal.

Kembali pada awal dengan Adam dan Hawa, Tuhan mengatakan kepada Setan bahwa keturunan seorang wanita akan menghancurkan kepala Setan, dan umat manusia akan ditebus. kematian dan kebangkitan Yesus mengalahkan kekuatan Setan. Yesus mengalahkan dosa, maut, dan pemisahan kita dari Allah ... memberikan pukulan yang menghancurkan Setan.

----ooooo----

Kami berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa. Jika Anda percaya dalam hatimu berdoa doa ini:

"Ayah saya adalah orang berdosa. Yesus Anda Tuhan dan Juruselamat.
Ampunilah dosa-dosa saya.
Saya meminta Anda ke dalam hatiku, bahwa Anda akan membuat saya orang baru.
Saya bertanya ini dalam nama Yesus, Amin. "

Adakah Anda berdoa doa ini?

Donate to Save Malay Christians




Discuss Tuhan Keluar Dari Rahim Perempuan.

Discuss Tuhan Keluar Dari Rahim Perempuan.
+AA,NEW FACE
kami juga tak terima tuhan HOAX..!!
Tuhan yg keluar dari rahim perempuan??
Sama dgn kau..ckckckck

 
Admin:
apa AA, kau sebut tak terima Tuhan yang keluar dari Rahim? tapi pengikut ajaran hoax terima Allah keluar cara lain (ada di sebut di quran hoax kau). kakakakaka

+Babah Tepep
pantaskah tuhan keluar dari kemaluan perempuan, klu begitu mending nyembah loe krn punya memek....

Admin:
Ayat suci hoax quran kata allah swt hoax keluar dari pokok, itu yang dia boleh terima. Tapi itu urusan dia. hehehehe

Al-Qasas Verse No:30

فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِي مِن شَاطِئِ الْوَادِي الْأَيْمَنِ فِي الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِ أَن يَا مُوسَى إِنِّي أَنَا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ {30
Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: "Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam.

=====ooooo=====

Saranan: saya orang bodoh tak pandai macam dia orang. Saya terima Tuhan yang keluar dari rahim wanita, saya bodoh. Mereka terima Allah yang keluar dari pokok, mereka pandai.

kwkwkwkw
Berapa pandai itu urusan mereka.

Donate to Save Malay Christians




Anda Kenal Yesus Ku? Do You Know My Jesus?

Hanya ajaran hoax muhammad ada masalah dengan Yesus disebut nabi.

Hanya ajaran hoax muhammad ada masalah dengan Yesus disebut Anak domba Allah


Hanya ajaran hoax muhammad ada masalah dengan Yesus disebut Anak Allah

Hanya ajaran hoax muhammad ada masalah dengan Yesus disebut Allah.

Hanya ajaran hoax muhammad ada masalah dengan Yesus disebut Bapa yang kekal.

Hanya ajaran hoax muhammad ada masalah dengan Yesus disebut Emmanuel.

Hanya ajaran hoax muhammad ada masalah dengan Yesus di sebut Raja Damai.

Hanya ajaran hoax muhammad ada masalah dengan Yesus disebut Imam Besar Agung.

Hanya ajaran hoax muhammad ada masalah dengan Yesus disebut Tuhan.

Hanya ajaran hoax muhammad ada masalah dengan Yesus disebut Raja.

Hanya ajaran hoax muhammad ada masalah dengan Yesus disebut Gembala yang baik.

Yesus adalah kesemua itu dan murid2 Yesus, ajaran Gereja dan Ajaran Bible tak ada masalah langsung dengan gelaran2 Yesus itu.

Hehehe maz bro Rossi tak faham bahasa Gembala yang baik, Yesus.

Sebab muhammad nabi hoax tak faham langsung bahasa Gembala..... kwkwkwkwkwkw

Donate to Save Malay Christians